Diskusi Pemilih Disabilitas

Diskusi Pemilih Disabilitas

Disabilitas punya hak untuk memilih dan dipilih. Namun terkadang dalam kenyataanya partisipasi mereka rendah. Dan terkadang KPU sebagai penyelenggara kurang memberdayakannya. Pemimpin didaerah dan anggota legislatif juga masih jarang karna parpol juga masih sedikit yang mencalonkan disabilitas. Dalam penyelenggaraan pemilu mereka juga jarang dilibatkan.

Persoalan lain adalah pendataan pemilih. Kebanyakan orang tua tidak menyampaikan bahwa anggota keluarganya ada yang disabilitas pada saat coklit. Mungkin mereka malu untuk menyampaikannya. Maka tidak heran jika data disabilitas di data pemilih berbeda dengan data disabilitas dengan dinsos dan disdukcapil. Lebih banyak dari dinsos karna data mereka berbasis data laporan dari pekon.

Diskusi sore ini menarik karna terkadang dalam proses penyelenggaraan pemilu hanya menfasilitasi untuk tuna netra saja dengan membuat tamplate. Sedangkan disabilitas ada beberapa kategori misal : tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa dsb. Setiap disabilitas punya perlakuan khusus. Misal tuna rungu terkadang tidak mau didampingi dalam memilih. Kalau di tuna netra bisa dengan pendampingan. Tuna rungu dalam memilih juga harus diberi penjelasan dengan bahasa isyarat. Sedangkan KPPS dalam pemilu tidak dilatih hal tsb. Dan masih banyak hal lain yang harus kita pahami ttg disabilitas. Kedepan pentingnya kolaborasi antara Kpu Kabupaten Pringsewu dengan diskdukcapil, dinas sosial, muspida baik camat maupun kepala pekon agar data disabilitas lebih akurat.

Kpu kabupaten pringsewu ke depan berkomitmen untuk berupaya semaksimal mungkin untuk memberdayakan disabilitas dlm kegiatab maupun sebagai penyelenggara.

Disabilitas bukan hanya untuk formalitas namun diberdayakan secara profesionalitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *